Ekstrakulikuler Membatik SMPN 1 Sumber

Ekstrakurikuler Membatik di SMPN 1 Sumber

Batik merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang patut untuk dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda seperti para siswi SMP Negeri 1 Sumber Kabupaten Cirebon. Mereka sangat antusias mengikuti serangkain kegiatan untuk belajar membatik. Kegiatan tersebut adalah salah satu bentuk upaya pelestarian kebudayaan batik itu sendiri, sehingga generasi muda mempunyai peranan sebagai penerus dan pewaris kebudayaan Indonesia yang kini mulai diterapkan dalam kurikulum pembelajaran.

Pada tahun 2011, SMP Negeri 1 Sumber berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) mengadakan program mata pelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan khusus, yaitu Mata Pelajaran Membatik. Mata pelajaran membatik ini dikhususkan untuk siswa kelas Tujuh (siswa tahun ajaran baru). Mereka bekesempatan untuk mempelajari dan praktek membatik di dalam kelas selama dua jam pelajaran (2 x 40 menit) dalam seminggu. Akan tetapi, seiring dengan problematika mengenai peniadaan Sekolah RSBI di Indonesia, kurikulum dan program yang dilaksanakan sekolah kembali mengacu pada kurikulum yang diberlakukan oleh Dinas Pendidikan. Oleh karena itu, mata pelajaran membatik di SMP Negeri 1 Sumber ditiadakan.

“Sayang sekali kalo kegiatan membatik ditiadakan karena program yang berubah jadi anak-anak sulit mau belajar membatik. Selain itu, peralatan dan bahan-bahan membatiknya jadi mubadzir,” tutur Bapak Supyani. Bapak Supyani sebagai Wakil Kepala Sekolah yang menjadi kordinator pembina Ekstrakurikuler memperjuangkan agar kesenian yang ada di Cirebon, salah satunya batik dapat dikenal oleh anak-anak sejak dini. Beliau berharap anak-anak yang berkembang pada zaman modern tetap harus dapat mengenali benda-benda dan non-benda tradisional yang ada di sekitar mereka. Mereka akan lebih tahu kebudayaan yang ada di sekitarnya ketimbang mengetahui kebudayaan di daerah lainnya. Misalnya, Sekarang anak-anak mengetahui bahwa Cirebon pun memiliki daerah sentra batik yang terletak di Desa Trusmi dan sekitarnya yang berada di kawasan Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon yang sudah cukup termasyhur selain sentra batik Solo dan Pekalongan. Oleh karena itu, beliau selalu berupaya agar kegiatan membatik terus diadakan dengan cara menjadikan kegiatan membatik sebagai salah satu ekstrakulikuler di SMP Negeri 1 Sumber.

Pihak SMP Negeri 1 Sumber bekerja sama dengan pihak Sanggar Batik Katura untuk dapat menjalankan kegiatan Ekstrakurikuler secara kontinyu sejak tahun ajaran 2013/2014 hingga sekarang. Semangat 7 orang siswi yang mengikuti ekstrakurikuler membatik sangat tinggi. Mereka memulai dari awal belajar membatik pada kain ukuran sapu tangan, hingga kini mereka mampu membatik pada kain ukuran taplak meja dan kaos. Mereka pun bebas berkreasi dalam mendesain motif batik yang akan mereka produksi melalui tangan-tangan mungil mereka. Hasil karya mereka akan dipamerkan pada acara pentas seni dan pekan bazar tradisional yang telah menjadi acara tahunan di SMP Negeri 1 Sumber.

eskul 1
Kegiatan Ekstrakurikuler di Sanggar Batik Katura

 

eskul 5
Taplak meja batik hasil karya para siswi

 

eskul 6
Hasil karya para siswi yang siap untuk dipamerkan pada pekan seni di SMPN 1 Sumber

Sharing is fun...
Pin It
Search: cara membatik anak smp di cirebon, SMPN 1 Ciwaru

About Septi

Ordinary girl who loves Batik and Culture.

4 comments

  1. memang harus di biasakan sejak dini untuk cinta produk Indonesia seperti batik

  2. saya membuat Canting batik tulis di Pekalongan.
    bagi yg mau pesan bisa hubungi
    WA
    08816512457

  3. saya membuat Canting batik tulis di Pekalongan.
    bagi yg mau pesan bisa hubungi
    WA
    08816512457

  4. Bagus nih untuk melestarikan budaya bangsa …
    Terus berkarya jangan sampai budaya kita di ambil orang … 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *