Idul Adha (Rintik Hujan menghiasi Shalat Ied)

Tanggal 27 November kemarin kita baru saja merayakan hari raya Idul Adha atau hari raya kurban. Hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Pada bulan ini pula, kaum muslim berdatangan ke Mekah Al-Mukarromah untuk melaksanakan rukun islam yang kelima yaitu menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Hari raya Idul Adha dapat diambil maknanya yang sangat banyak, dan orang yang tidak bisa merenungi hari raya ini, maka tidak akan bisa mengambil makna dari hari raya Idul Adha ini. Makna dari hari raya Idul Adha antara lain: keimanan, katakwaan, pengorbanan, pendekatan diri, perjuangan, cinta, dan masih banyak lagi.

Pada hari raya ini juga, disunahkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran menyembelih ini bermula dari kisah nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS yang kemudian diganti oleh Allah dengan seekor domba.

Pada saat shalat Ied di Cirebon, tepatnya di masjid At-Taqwa, gerimis mulai turun beberapa menit sebelum shalat dimulai. Bagi orang yang bersyukur, mereka akan mensyukuri datangnya gerimis tersebut, bukan malah kesal karena mereka basah oleh air hujan. Karena dengan gerimis tersebut, seharusnya shalat kita akan lebih khusu’, indah, dan bermakna.

Setelah shalat selesai, masih dihiasi gerimis, Buya Yahya menyampaikan khotbahnya dengan semangat, tegas, dan sangat menyentuh. Dengan gaya bicaranya yang khas, mengajak para jamaah untuk berbuat yang lebih baik lagi.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari hari raya Idul Adha ini, dan selalu diberi petunjuk oleh Allah.

Amin ya Robbal’alamin. (mohon koreksinya bila ada yang salah)

Sharing is fun...
Pin It

About SBK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *